Friday, July 6, 2007

Favicon

Favicon kepanjangan dari Favorite Icon adalah icon yang tampil di samping URL address seperti icon Internet
Explorer atau Blogger. Biasanya Favicon muncul dalam bentuk logo dari web site
atau blog tersebut atau foto pemilik blog sendiri.

Bagaimana cara membuat Favicon?


Pertama kita harus membuat icon atau foto yang berukuran kecil yaitu 16px X
16px yang nantinya akan menggantikan icon blogger contoh:




Jika icon atau foto sudah jadi, langkah selanjutnya adalah kita bisa
menggunakan jasa sebuah situs sebagai server favicon. Salah satunya adalah
http://www.myfavatar.com/ . Untuk
bergabung myfavatar silahkan ikuti langkah-langkah berikut:


  1. Silahkan anda masuk ke situs
    http://www.myfavatar.com
    atau klik
    disini

  2. Klik tombol Register Now untuk melakukan pendaftaran pada situs tersebut

  3. Ada beberapa form yang harus diisi antara lain:

    - Desire Username (5 to 25 chars) : isi dengan username yang sobat inginkan.
    Contoh : Sinchan

    - First Name : isi dengan nama depan anda

    - Last Name : isi dengan nama belakang anda

    - Gender : pilih sesuai jenis kelamin anda.

    - Date of Birth : pilih tanggal yang sesuai dengan tanggal lahir anda

    - Country : pilih negara di mana anda tinggal. Contoh : Indonesia

    - Email Address : isi dengan alamat email anda

    - Confirm Email Address : isi kembali dengan alamat email yang tadi dituliskan

    - Password (5 to 25 chars) : tulis password yang sobat inginkan

    - Confirm Password : tulis kembali password yang tadi anda tulis

    - Enter the characters below : tulis huruf atau angka yang tertera pada kotak
    di bawah

    - Beri tanda centang/tik pada kotak di samping tulisan I agree to MyFavatar
    Term of Service


    - Klik tombol yang bertuliskan Register

     

  4. Setelah muncul tulisan Congratulations!!!, anda harus melakukan verifikasi
    melalui email anda

  5. Buka email anda yang tadi dituliskan pada saat melakukan Register

  6. Buka email yang dikirim dari site-admin@myfavatar.com yang bertajuk
    Welcome to MyFavatar!

  7. Klik link yang diberikan untuk melakukan verifikasi

  8. Setelah ada tulisan Congratulations!!! kembali, klik tulisan here atau
    bisa juga tulisan Sign In untuk masuk ke halaman account anda

  9. Tulis user name serta password anda, klik tombol Sign In

  10. Klik tulisan Change Favatar yang berada pada sebelah kiri layar

  11. Klik tombol Browse..., lalu masukkan icon atau foto yang tadi dibuat

  12. Klik tombol Submit

  13. Klik tulisan Edit Blog

  14. Ada beberapa form yang harus di isi:


  • Blog URL : isi dengan alamat blog anda, jangan lupa untuk menambahkan
    tanda slash (/) pada ujung alamat URL. Contoh: http://dzaffin.blogspot.com/

  • Title : isi dengan judul blog anda. Contoh: dzaffin blog

  • Category : pilih kategori yang sesuai dengan blog anda

  • Description : isi dengan deskripsi blog anda. Contoh: Panduan membuat blog
    di blogger.com

  • Klik tombol Submit

  • Klik tulisan Favatar Codes untuk mengabil kode favicon

  • Copy kode HTML yang berada di bawah tulisan Favicon Code:.....dst
    lalu paste pada program notepad

  • Klik tulisan Sign Out untuk keluar dari halaman Account sobat

  • Silahkan tutup halaman windows browser situs tadi.

Contoh kode favicon yang diberikan yaitu:

<link rel="shortcut icon" href="http://favatar.myfavatar.com/dzaffin.ico"
type="image/x-icon" />

<link rel="icon" href="http://favatar.myfavatar.com/dzaffin.png" type="image/png"
/>

langkah selanjutnya adalah memasukkan kode yang tadi telah anda dapat ke
dalam kode template blog. Untuk template klasik dengan template baru tentunya
ada sedikit perbedaan, silahkan ikuti langkah berikut:

Untuk template klasik:


  1. Sign in di blogger dengan id anda

  2. Klik menu Template

  3. Klik menu Edit HTML

  4. Masukkan kode Favicon di bawah kode <head>
    atau sebelum kode <style type="text/css">

  5. Klik tombol Save Template Changes

  6. Selesai

Sekarang lihat blog anda apakah sudah iconnya sudah berubah? jika belum
nampak coba masukkan blog anda ke menu Favorite, kemudian Refresh halaman
tersebut.

Untuk template baru:


  1. Sign in di blogger dengan id anda

  2. Klik menu Layout

  3. Klik menu Edit HTML

  4. Beri tanda centang/tik pada kotak di samping Expan Widget Template

  5. Copy kode Favicon lalu paste di atas kode
    <head>

  6. Klik tombol SAVE TEMPLATE WIDGET

  7. Selesai

Lihat kembali blog anda, apakah iconnya sudah berubah? jika belum nampak,
coba masukkan blog anda ke menu Favorite, kemudian Refresh halaman tersebut.

Mudah-mudahan pembahasan di atas dapat dimengerti, selamat mencoba !!!(kolom-tutorial)

Wednesday, July 4, 2007

Marquee (teks bergerak)

Marquee adalah code html yang menjalankan tampilan teks bergerak yang berguna untuk menarik perhatian tamu yang datang dan juga berfungsi untuk menghemat ruang (space) side bar kita.
Bagaimana cara membuat marquee?

Anda copy dan paste code html berikut ke sidebar blog atau di manapun sesuai keinginan Anda:

<MARQUEE align="center" direction="up" height="200" scrollamount= "2"
onmouseover='this.stop()' onmouseout='this.start()' width="100%">

(teks atau link tulis di sini)

</MARQUEE>

Contoh Marquee untuk link (copy & paste dan ganti contoh link sesuai keinginan Anda):

<MARQUEE align="center" direction="up" height="200" scrollamount= "2" onmouseover='this.stop()' onmouseout='this.start()' width="100%">

<a href="http://dzaffin.blogspot.com" target="new">- Lowongan Kerja -</a><br />

Mengutip sebagian atau keseluruhan isi blog ini ke blog Anda dipersilahkan ASAL menyebut URL sumber tulisan dan/atau permanent link artikel yg dikutip.

Komentar, saran atau pertanyaan dapat diajukan melalui bukutamu, kotak komentar blog atau email ke: dzaffin-at-gmail.com.

</MARQUEE>

Catatan:

1. Kode <br /> adalah singkatan dari (line) break atau ganti garis, supaya setiap link tidak numpuk dalam satu baris. Bila jarak satu link dg link yang lain dianggap terlalu sempit, bisa ditambah dg kode <br /> lagi. Sesuai selera.

2. Kode target="new" atau target="_blank" berfungsi agar supaya tercipta window baru ketika ada yang mengklik link yg ada dalam marquee sehingga pengunjung tidak meninggalkan blog Anda.

3. Kode: direction="up" artinya tulisan/teks bergerak ke atas seperti di blog ini, jadi kode "up" bisa diganti dg "down" bila ingin link/teks bergerak ke bawah; dan ganti menjadi "left" supaya bergerak ke kiri dan "right" supaya bergerak ke kanan.

4. Kode: height="200" adalah ukuran tinggi ruang marquee. Anda bisa mengatur sesuai keinginan dengan merubah angka tersebut.

5. Kode: width="100%" adalah ukuran lebar ruang marquee. Anda bisa mengatur sesuai keinginan dengan merubah angka persen tersebut.

Selamat mencoba.

postingan ini diambil dari blog Indo Pro Blogger

Tuesday, July 3, 2007

Tanganmu, Ibu

Ibumu adalah
Ibunda darah dagingmu
Tundukkan mukamu
Bungkukkan badanmu
Raih punggung tangan beliau
Ciumlah dalam-dalam
Hiruplah wewangian cintanya
Dan rasukkan ke dalam kalbumu
Agar menjadi azimah bagi rizki dan kebahagiaan

(Emha Ainun Najib)

Siang sudah sampai pada pertengahan.
Dan Ibu begitu anggun menjumpai saya di depan pintu.
Gegas saya rengkuh punggung tangannya, menciumnya lama.
Ternyata rindu padanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Ibu juga mendaratkan kecupan sayang di ubun-ubun ini, lama.
"Alhamdulillah, kamu sudah pulang" itu ucapannya kemudian.
Begitu masuk ke dalam rumah, saya mendapati ruangan yang sungguh bersih.
Sudah lama tidak pulang.

Ba'da Ashar,

"Nak, tolong angkatin panci, airnya sudah mendidih".
Gegas saya angkat pancinya dan dahipun berkerut, panci kecil itu diisi setengahnya.
"Ah mungkin hanya untuk membuat beberapa gelas teh saja" pikir saya

"Eh, tolongin bawa ember ini ke depan, Ibu mau menyiram".
Sebuah ember putih ukuran sedang telah terisi air, juga setengahnya.
Saya memindahkannya ke halaman depan dengan mudahnya.
Saya pandangi bunga-bunga peliharaan Ibu.
Subur dan terawat.
Dari dulu Ibu suka sekali menanam bunga.

"Nak, Ibu baru saja mencuci sarung, peras dulu, abis itu jemur di pagar yah" pinta Ibu.

"Eh, bantuin Ibu potongin daging ayam" sekilas saya memandang Ibu yang tengah bersusah payah memasak.
Tumben Ibu begitu banyak meminta bantuan, biasanya beliau anteng dan cekatan dalam segala hal.

Sesosok wanita muda, sedang menyapu ketika saya masuk rumah sepulang dari ziarah. "Neng.." itu sapanya, kepalanya mengangguk ke arah saya.
"Bu, siapa itu.?" tanya saya.
"Oh itu yang bantu-bantu Ibu sekarang" pendeknya.
Dan saya semakin termangu, dari dulu Ibu paling tidak suka mengeluarkan uang untuk mengupah orang lain dalam pekerjaan rumah tangga.
Pantesan rumah terlihat lebih bersih dari biasanya.

Dan, semua pertanyaan itu seakan terjawab ketika saya menemaninya tilawah selepas maghrib.
Tangan Ibu gemetar memegang penunjuk yang terbuat dari kertas koran yang dipilin kecil, menelusuri tiap huruf al-qur'an.
Dan mata ini memandang lekat pada jemarinya.
Keriput, urat-uratnya menonjol jelas, bukan itu yang membuat saya tertegun.
Tangan itu terus bergetar.
Saya berpaling, menyembunyikan bening kristal yang tiba-tiba muncul di kelopak mata. Mungkinkah segala bantuan yang ia minta sejak saya pulang, karena tangannya tak lagi paripurna melakukan banyak hal?

"Dingin" bisik saya, sambil beringsut membenamkan kepala di pangkuannya.
Ibu masih terus tilawah, sedang tangan kirinya membelai kepala saya.
Saya memeluknya, merengkuh banyak kehangatan yang dilimpahkannya tak berhingga.

Adzan isya berkumandang,

Ibu berdiri di samping saya, bersiap menjadi imam.
Tak lama suaranya memenuhi udara mushala kecil rumah.
Seperti biasa surat cinta yang dibacanya selalu itu, Ad-Dhuha dan At-Thariq.

Usai shalat, saya menunggunya membaca wirid, dan seperti tadi saya pandangi lagi tangannya yang terus bergetar.
"Duh Allah, sayangi Mamah" spontan saya memohon.
"Neng." suara ibu membuyarkan lamunan itu, kini tangannya terangsur di depan saya, kebiasaan saat selesai shalat, saya rengkuh tangan berkah itu dan menciumnya.

"Tangan ibu kenapa?" tanya saya pelan.
Sebelum menjawab, ibu tersenyum maniss sekali.

"Penyakit orang tua"

"Sekarang tangan ibu hanya mampu melakukan yang ringan-ringan saja, irit tenaga" tambahnya.

Udara semakin dingin.
Bintang-bintang di langit kian gemerlap berlatarkan langit biru tak berpenyangga.
Saya memandangnya dari teras depan rumah.
Ada bulan yang sudah memerak sejak tadi.
Malam perlahan beranjak jauh.
Dalam hening itu, saya membayangkan senyuman manis Ibu sehabis shalat isya tadi.
Apa maksudnya?
Dan mengapakah, saya seperti melayang.
Telah banyak hal yang dipersembahkan tangannya untuk saya.
Tangan yang tak pernah mencubit, sejengkel apapun perasaannya menghadapi kenakalan saya.
Tangan yang selalu berangsur ke kepala dan membetulkan letak jilbab ketika saya tergesa pergi sekolah.
Tangan yang selalu dan selalu mengelus lembut ketika saya mencari kekuatan di pangkuannya saat hati saya bergemuruh.
Tangan yang menengadah ketika memohon kepada Allah untuk setiap ujian yang saya jalani. Tangan yang pernah membuat bunga dari pita-pita berwarna dan menyimpannya di meja belajar saya ketika saya masih kecil yang katanya biar saya lebih semangat belajar.

Sewaktu saya baru memasuki bangku kuliah dan harus tinggal jauh darinya, suratnya selalu saja datang.
Tulisan tangannya kadang membuat saya mengerutkan dahi, pasalnya beberapa huruf terlihat sama, huruf n dan m nya mirip sekali.
Ibu paling suka menulis surat dengan tulisan sambung.
Dalam suratnya, selalu Ibu menyisipkan puisi yang diciptakannya sendiri.
Ada sebuah puisinya yang saya sukai.
Ibu memang suka menyanjung :

Kau adalah gemerlap bintang di langit malam
Bukan!, kau lebih dari itu
Kau adalah pendar rembulan di angkasa sana,
Bukan!, kau lebih dari itu,
Kau adalah benderang matahari di tiap waktu,
Bukan!, kau lebih dari itu
Kau adalah Sinopsis semesta
Itu saja.

Tangan ibunda adalah perpanjangan tangan Tuhan.
Itu yang saya baca dari sebuah buku.
Jika saya renungkan, memang demikian.
Tangan seorang ibunda adalah perwujudan banyak hal : Kasih sayang, kesabaran, cinta, ketulusan..
Pernahkah ia pamrih setelah tangannya menyajikan masakan di meja makan untuk sarapan? Pernahkan Ia meminta upah dari tengadah jemari ketika mendoakan anaknya agar diberi Allah banyak kemudahan dalam menapaki hidup?
Pernahkah Ia menagih uang atas jerih payah tangannya membereskan tempat tidur kita? Pernahkah ia mengungkap balasan atas semua persembahan tangannya?..
Pernahkah..?

Ketika akan meninggalkannya untuk kembali, saya masih merajuknya "Bu, ikutlah ke jakarta, biar dekat dengan anak-anak".
"Ah, Allah lebih perkasa di banding kalian, Dia menjaga Ibu dengan baik di sini.
Kamu yang seharusnya sering datang, Ibu akan lebih senang"
Jawabannya ringan.
Tak ada air mata seperti saat-saat dulu melepas saya pergi.
Ibu tampak lebih pasrah, menyerahkan semua kepada kehendak Allah.
Sebelum pergi, saya merengkuh kembali punggung tangannya, selagi sempat , saya reguk seluruh keikhlasan yang pernah dipersembahkannya untuk saya.
Selagi sisa waktu yang saya punya masih ada, tangannya saya ciumi sepenuh takzim.
Saya takut, sungguh takut, tak dapati lagi kesempatan meraih tangannya, meletakannya di kening.

***

Bagaimana dengan kalian para sahabat?
Engkau sangat tahu, lewat tangannya kau ada, duduk di depan komputer dan membaca tulisan saya ini.
Engkau sangat tahu, lewat tangannya kau bisa menjadi seseorang yang menjadi kebanggaan. Engkau sangat tahu, dibanding siapapun juga.
Maka, usah kau tunggu hingga tangannya gemetar, untuk mengajaknya bahagia.
Inilah saatnya, inilah masanya.
(Emha Ainun Najib)