Tuesday, October 30, 2012

Hinalah Daku, Kau Kusayang

Ciptaan Allah paling awal, Nur Muhammad (cahaya yang terpuji), yang kemudian membuat Allah berminat menciptakan jagat raya, salah satu episode tugasnya adalah berlaku menjadi Muhammad bin Abdullah. Di Mekah, selama 63 tahun, berpangkat Nabi dan menjabat sebagai Rasul terakhir; salah satu “profesi” utamanya adalah dihina.

Sunday, October 14, 2012

Para Kekasih Iblis

Semakin banyak orang tahu bahwa dunia ini bergerak menuju “Indonesia harus terus hidup, tapi jangan sampai besar dan kuat. Negara Indonesia harus lemah, bangsa Indonesia harus kerdil”.

Maka orasi seorang tokoh tua di sebuah “rapat gelap” ini mungkin justru merupakan ungkapan cinta yang mendalam dan pembelaan kepada Indonesia:

“Kita bangsa Indonesia jangan sampai berhenti berjuang sebelum Indonesia benar-benar total kehilangan Indonesianya. UUD perlu kita amandemen terus sampai berapa kalipun sampai kelak nasionalisme dan kedaulatan keIndonesiaan terkikis habis”.

Saturday, October 13, 2012

Presiden

Presiden kita berikutnya jangan asal Presiden. Pemimpin nasional kita sebentar lagi jangan sembarang pemimpin. Lebih selamat kalau rakyat mencari pemimpin, bukan menunggu orang-orang yang menyodorkan dirinya untuk menjadi pemimpin. Rakyat sebagai pemegang kedaulatan kalau bisa mulai belajar untuk tidak meneruskan tradisi kelalaian membiarkan dirinya dipimpin oleh “pemimpin setoran” dari perusahaan-perusahaan politik. Apalagi kalau yang setor adalah parpol. Sebab Parpol tidak punya keperluan terhadap pemimpin sejati. Ekspertasi parpol adalah mencari laba, fokusnya dalam hal kepemimpinan adalah tawar menawar dan mengambil mana yang paling menguntungkan perusahaannya.

Sunday, October 7, 2012

Perlawanan Badar

Maiyah adalah di mana saja kita berada, di rumah, di tempat bekerja, di rumah ibadah maupun di pasar, di jalan dan di manapun saja, selalu kita bersama Allah dan Rasulullah. Kapan saja kita sadar maupun tidur, di pagi hari, siang sore atau malam hari selalu kita bersama Allah dan Rasulullah.

Maiyah adalah membangun perlawanan badar yang sabar dan berilmu matang terhadap segala tindakan membangun rumah-rumah yang menjauhkan manusia dari Allah dan Rasulullah, terhadap konsep pasar dunia yang menyepelekan Allah, terhadap managemen penataan kehidupan yang mendhalimi Allah dan Rasulullah.

Friday, October 5, 2012

Dialog Allah dengan Empat Golongan Manusia

“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.” (QS Ibrahim: 31).

Sejatinya, hidup adalah menanti. Menanti giliran kapan kita kembali kehadirat Illahi Rabbi. Penantian panjang menuju hari akhir memerlukan perbekalan dengan sungguh-sungguh, tidak sekedar main-main.

Wednesday, October 3, 2012

Allah, 2014

Sejak jauh sebelum hari Pilgub Jakarta, sejumlah teman saya tanya “lebih ok mana Foke-Nara atau Jokowi-Ahok?” muncul labirin dan mosaik jawaban.

Ada jawaban “close-up” : si FN bagusnya di sini, kacaunya di situ; si JA hebatnya begini, memblenya begitu — tentu saja semua dalam skema nilai-nilai baku kebangsaan dan kenegaraan: kualitas kepemimpinan, kematangan manajemennya, kreativitas pembangunannya, watak sosial budayanya, juga kadar kasih sayang kerakyatannya.

Saturday, September 29, 2012

Merindu Nasionalisasi Indonesia

Berangkat dari Jokowi ke Indonesia, esai ini bukan tentang pemilihan gubernur, politik Indonesia, atau baik-buruknya pemerintah dan pejabat. Inilah kerinduan manusia Indonesia.

Seusai Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta, bangsa Indonesia kini menggerakkan kaki sejarahnya menuju 2014. Namun, imaji mereka terhadap 2014 sangat buram dan penuh kesemrawutan.

Bangsa Indonesia hampir mustahil menemukan calon pemimpin yang berani pasang badan, misalnya untuk nasionalisasi Freeport. Bahkan, menghadapi kasus seringan Century, bangsa kita tidak memiliki budaya politik kerakyatan untuk mendorongnya maju atau menarik mundur.